Penyegaran Situasi Politik Jelang Pilpres 2019

 

Beberapa pekan terakhir ini, para pengguna media sosial mungkin sulit menghindar dari pasangan calon presiden bernama Nurhadi-Aldo. Sekilas, poster Nurhadi-Aldo tampak seperti pasangan politikus yang sungguh-sungguh ingin memikat para pemilih: dua pria setengah baya bersongkok, dengan nama partai dan slogan kampanye. Namun, ketika ditelusuri Nurhadi-Aldo adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif yang diciptakan oleh sekelompok anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam yang banyak terjadi di panggung politik Indonesia.

Nurhadi-Aldo aktif berkampanye lewat akun Instagram, Twitter, dan Facebook. Meme keduanya terus dibagikan dan berseliweran di lini masa media sosial. Sampai Selasa (08/01), akun Instagram Nurhadi-Aldo diikuti 272 ribu akun, sedangkan lebih dari 144 ribu orang mengikuti laman Facebook pasangan ini.

Di jagat Twitter, cuitan Nurhadi-Aldo dinikmati oleh 56 ribu lebih pengguna Twitter. Cara penyampaian pesan yang kental dengan singkatan-singkatan berbau mesum, yang diakui oleh Edwin dan tim kreatif sebagai salah satu strategi marketing, terbukti mampu membawa keakuran yang terlihat dari kolom komentar di setiap lini masa media sosial Nurhadi-Aldo.

“Karena kami membungkusnya dengan humor. Jadi lucu sih kalau dianggapnya serius. Itu bisa menimbulkan pemikiran baru bahwa pasti ada yang salah kalau bercanda, tetapi dianggap serius,” kata Nurhadi yang berprofesi sebagai terapis pijat di Golantepus, Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ketika diwawancara di salah satu talk show, Kamis, (10/1/2019).

“Meskipun kami menghibur, kami tetap tidak lupa menyampaikan edukasi dan kritik di dalamnya.”

Karena ketenarannya di media sosial, Nurhadi mengakui ada tim sukses pasangan capres 2019 yang mendatangi dirinya dan menawarkan untuk menjadi juru kampanye pasangan capres 2019. “Timses capres 2019 datang dan menawari saya untuk kampanye calon presidennya. Saya tidak mau. Untuk apa? Lha wong saya itu cuma tukang pijat. Semula di komunitas angka 10, saya hanya mengajak warga untuk baca salawat, mencintai Allah,” ungkapnya.

Lewat ketenarannya, Nurhadi mengakui order pijatnya menjadi semakin ramai. “Alhamdulilah mendadak viral beberapa hari ini. Saya pun kaget. Saya juga tidak pernah ketemu dengan yang mengaku bernama Edwin itu. Belakangan banyak yang menghubungi dan menemui saya sekadar ngobrol dan mengaku ngefans, order pijat ramai. Saya pun manfaatkan untuk jualan kaus bergambar saya itu di medsos. Laku keras juga. Banjir orderan pijat dan jualan kaus pokoknya,” ujarnya.

Untuk ke depannya, Nurhadi menjelaskan dirinya tetap akan mewarnai media sosial. “Ke depan belum tahu, yang jelas kami tetap pada tujuan untuk menghibur dan memberi edukasi. Dan kami akan tetap tidak memihak salah satu calon,” ucapnya.

Reyfina Tiara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


four × 2 =