Indo Runners: Sembilan Tahun Sebarkan Virus Lari

 

Lari saat ini merupakan olahraga rekreasional yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Lomba lari menjamur setiap akhir pekan hingga pelari kadang-kadang kebingungan menentukan pilihan mau ikut lomba di mana.

Rezpo, sembilan tahun yang lalu lomba lari di Jakarta dalam setahun hanya sekitar 4-7 kali.

Berbeda dengan kondisi sembilan tahun yang lalu. Aktivitas ini sepi peminat. Lomba lari di Jakarta juga sangat sulit ditemukan. Hanya ada sedikit lomba lari, beberapa di antaranya diselenggarakan oleh para ekspatriat seperti 5K Run di JIS (Jakarta Intercultural School), BIS (British International School, sekarang BSJ – British School Jakarta), ISCI (International Sports Club of Indonesia) Ciputat, dan Kebun Binatang Ragunan. Demikian yang diceritakan Reza Pusponegoro, founder Indo Runners dalam acara HUT ke-9 Indo Runners pada Minggu (16/12/2018) di Runners Avenue, kawasan SCBD, Jakarta.

HUT ke-9 IR dihadiri berbagai komunitas (Foto: Handita Reksi)

Indo Runners (IR) saat ini adalah komunitas lari terbesar di Indonesia. Rezpo, panggilan akrabnya, pada 2009 mendirikan IR dengan didukung Yasha Chatab dan istrinya pemain biola Maylaffayza, Yomi Wardhana, Rian Krisna, penggiat lari dan sepeda asal Bandung Aki Niaki, novelis Ninit Yunita, serta Holip Soekawan untuk kegiatan LUAS, Lari Untuk Amal Sosial. LUAS menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk membuat charity run yang menggalang dana untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan seperti Nusantarun.

IR merupakan cikal bakal berbagai komunitas lari (Foto: Handita Reksi)

Keberadaan CFD (Car Free Day) di Jakarta sangat mendukung aktivitas komunitas ini. Mereka rutin berlari di CFD setiap Minggu pagi, dan setiap Kamis sore para punggawa Indo Runners biasa berkumpul di fX Sudirman untuk berlari ke kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Para pacer mengawal pelari melalui Simpang Susun Semanggi (Foto: Bobby Malau)

Penambahan anggota IR terjadi akibat pertemanan dan tentunya media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta sekarang Instagram. Saat ini anggota IR di Facebook mencapai sekitar 35.500 orang.

Lari 9K untuk HUT IR ke-9 (Foto: Bobby Malau)

Milo International Jakarta 10K dan Borobudur 10K yang sudah ada selama bertahun-tahun mulai dipadati para penggemar baru. Pada 2010 dan 2011 beberapa lomba lari lain yang mulai dilirik para penyuka lari seperti Adidas King of The Road di Ancol dan Standard Chartered Half Marathon di Kebun Binatang Ragunan. Indonesia baru memiliki lomba maraton pada 2012 yaitu Bali Marathon, yang kemudian diikuti oleh Jakarta Marathon pada tahun 2013.

Lari nyaman di kawasan SCBD (Foto: Andi Mayarso)

Penyebaran virus lari keluaran Indo Runners hingga ke berbagai penjuru Nusantara membuat semakin banyak orang Indonesia berlari yang berbanding lurus dengan semakin maraknya lomba lari. Komunitas-komunitas lari baru pun terbentuk.

Jauh-jauh dari Bogor, Go Run ikut memeriahkan acara ulang tahun IR.

Tak bisa dipungkiri terasa adanya sedikit persaingan, tetapi sportivitas yang selalu ada di dalam diri para penggiat olahraga membuat persahabatan di antara para pelari lebih menonjol dibandingkan persaingannya. Hal ini pula yang dikedepankan saat acara ulang tahun kesembilan Indo Runners.

Yasha menyerahkan potongan tumpeng pertama untuk Rezpo.

Lebih dari 200 orang dari berbagai komunitas lari diundang untuk hadir dan merayakan kebersamaan. Hadir di antaranya Tahu Runners, RIOT, LDR, Bekasi Runners, Go Run (Bogor Runners), Cibi Runners (IR cabang Cibinong), sampai IR cabang Sukabumi dan IR cabang Sidoarjo. Acara ulang tahun dibuka dengan warming up dan lari bersama sejauh 9 kilometer, sesuai usia IR, lalu dimeriahkan dengan body combat, sharing session, makan-minum serta potong tumpeng, flash mob, ditutup dengan pembagian door prize, di antaranya dari Trijee Sportswear dan Deden Kurniadi, serta voucher dari Buka Lapak.

 

Para pelari ini punya jersey baru dari Trijee.

Peduli Lingkungan

IR merupakan suatu gerakan (movement). Bukan hanya gerakan untuk mengajak orang Indonesia berlari, tetapi juga mengajak mereka berlari dengan benar untuk menjadi sehat, selamat, dan bebas cedera.

Belakangan ini sering terdengar kabar pelari yang cedera parah bahkan hingga meninggal dalam suatu lomba. Untuk mencegah hal-hal fatal seperti ini IR tak henti-hentinya memberikan peringatan dan pengajaran, baik berupa postingan di Facebook IR ataupun di kelas-kelas yang dinamakan RunUniversity.

Biasa disingkat Runi, kelas ini memberikan latihan khusus menjelang suatu lomba maraton. Kelas terbuka untuk seluruh anggota IR yang berkomitmen menjalani seluruh program latihan dengan serius.

Yomi, Yasha, Rezpo, berbagi cerita.

“Sekitar dua tahun lalu saya dan Yomi bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan Runi. Salah satunya adalah Artha Graha yang sebenarnya sudah memiliki area olahraga serupa CFD, tetapi relatif sepi. Kami memerlukan tempat latihan yang tenang dan menyenangkan karena di CFD sudah sangat padat dan bising. Akhirnya dari Artha Graha kami memperoleh Runners Avenue,” ujar Yasha yang didaulat sebagai kepala sekolah Runi.

Body combat, salah satu cross-training pendukung lari.

Pepohonan rindang dan jauh dari kebisingan CFD menjadikan Runners Avenue di kawasan SCBD ini tempat ideal untuk berolahraga, bukan hanya bagi IR tapi juga bagi komunitas lainnya. Terinspirasi dengan gerakan IR, Artha Graha membuat gerakan pelestarian lingkungan, Artha Graha Peduli (AGP) yang berkomitmen untuk membantu pemerintah menangani masalah yang terjadi di Sungai Citarum demi mewujudkan Citarum Harum.

Mereka menyediakan kebun pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan untuk mendukung kegiatan penghijauan hulu Citarum. Tanaman seperti pohon bungur, makademia, dan kopi priangan ditanam di sana dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya.

Artha Graha Peduli Sungai Citarum, terinspirasi dari gerakan IR.

Kesadaran menanam pohon ingin dibangun karena pohon selain bisa menjadi oksigen, juga bisa menjadi sumber mata air. Mereka mengajak anggota IR turut serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Be Fantastic Reduce Plastic

Tahun ini IR mengusung tema peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik. Peserta diminta membawa tumbler sendiri atau menukarkan 3 botol plastik dengan kopi Ammo Gambino. Sharing session menghadirkan Hariadi dari Bidang Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta serta Rahyang Nusantara dari komunitas Diet Kantong Plastik.

Mari lari dan mari diet plastik.

Bagaimana kebijakan Pemprov DKI Jakarta di CFD? Sebagai ajang berkumpul orang banyak, CFD merupakan salah satu lokasi yang tidak bisa tidak, dipenuhi sampah plastik.

Mengurangi sampah plastik dengan tempat minum guna ulang.

Hariadi menyatakan, peraturan gubernur tentang penggunaan kantong belanja ramah lingkungan sedang digodok. Saat ini yang terus dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi mengurangi kantong plastik dan menggantinya dengan kantong belanja ramah lingkungan di tempat-tempat berlimpah plastik seperti di CFD, tempat wisata, pasar tradisional, dan toko online. Operasi penukaran plastik diadakan di Pasar Kramatjati pada Selasa (18/12/2018) dan menyusul di tempat-tempat lainnya, dengan dukungan komunitas Diet Kantong Plastik.

Toko Online seperti Buka Lapak diharapkan menggunakan kantong belanja ramah lingkungan (Foto: Sufi Hamdan)

Komunitas IR diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk diet plastik sesukses mereka menyebarkan virus lari.

Foto-foto: Dessy Savitri

Citizen Daily

Dessy Savitri 51 Articles
Dessy Savitri pernah bekerja di BOLA Sports Media selama 23 tahun. Sempat aktif menulis di dunialari.com. Fokus pada olahraga dan traveling tapi kadang juga menulis tentang topik lain. Alumnus Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


nineteen + three =