Rumah Pimpinan KPK Diteror Bom, Sandiaga Turut Prihatin

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo.(Foto: Ist)

 

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, turut prihatin dengan teror bom molotov yang menimpa kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, di Bekasi, Jawa Barat, dan Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan.

Menurut Sandi, teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab itu merupakan upaya untuk menekan KPK agar menurunkan pemberantasan korupsi di Tanah Air.

“Saya prihatin, saya juga baru baca ‘head line’, tetapi ini upaya-upaya yang menghadirkan rasa teror, banyak yang menilai ini adalah menekan upaya memberantas korupsi,” kata Sandiaga di Jakarta.

Mendengar kejadian tersebut, Sandi berjanji bersama capres Prabowo Subianto berupaya menghadirkan pemerintahan yang bersih bebas dari korupsi. “Rakyat ini sudah muak dengan korupsi yang sudah masuk ke stadium empat dan KPK itu ada di ujung tombak,” kata mantan Wagub DKI ini.

Di bawah Prabowo-Sandiaga, penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi dan pencegahan korupsi akan diperkuat KPK, Polri, dan Kejaksaan. “Kita pastikan bahwa penegakan hukum ini jangan sampai bisa diganggu gugat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadi, tidak usah takut. Kepada Pak Laode Syarif, kita sampaikan bahwa Prabowo-Sandi bersimpati dan turut prihatin.”

Ditegaskannya lagi, kalau untuk urusan korupsi itu Prabowo-Sandiaga harus totalitas, jangan sampai mundur sejengkal pun. Ia juga menyebutkan, sebagai upaya pencegahan korupsi saat menjadi pasangan Anies Baswedan, pihaknya telah membentuk KPK Pemprov DKI Jakarta.

“Kita sudah coba di DKI dan Alhamdulillah dengan satu tahun di DKI, Pak Anies bisa meraih begitu banyak penghargaan dengan adanya KPK,” kata Sandiaga.

Citizen Daily

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


18 − ten =